Latest News

Jelly Pangan Kaya Khasiat

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jelly sebenarnya adalah karbohidrat yang mengisi dinding sel rumput laut.  Jelly dapat dibentuk sebagai bubuk dan dijual di pasaran. Apabila dilarutkan dalam air panas dan didinginkan Jelly akan menjadi padatan lunak dan bertekstur kenyal.  Banyak olahan makanan yang menggunakan Jelly seperti campuran es krim dan puding (jelly).


Hampir semua penduduk Indonesia mengenal Jelly. Ada tiga jenis Jelly di pasaran yaitu yang berbentuk batang, bubuk, dan kertas. Yang paling banyak dijumpai adalah Jelly berbentuk bubuk. Jelly seringkali menjadi hidangan pencuci mulut. Bentuknya dapat direka-reka dan dipadu dengan aneka warna, aroma, dan rasa. Selain untuk pembuatan puding, campuran kue, Jelly juga dapat dimasak bersama nasi untuk menghasilkan nasi yang lebih pulen.

Jelly pertama kali diproduksi di Cina sebelum abad ke-17. Kemudian dalam skala industri Jelly dibuat di California pada tahun 1919, kemudian disusul dengan Jepang.  Hingga kini Jepang dikenal sebagai produsen Jelly utama di dunia.

Kaya serat
Senyawa hidrokoloid yang terdapat dalam rumput laut memiliki keseimbangan yang baik antara sifat hydropilic dan synerisis-nya. Apa artinya? Jelly adalah makanan kaya serat, dan orang yang mengonsumsi Jelly asal rumput laut ini tidak harus minum banyak air pascamengonsumsi. Sementara serat makanan dari tanaman darat umumnya mengandung sifat hydropilic lebih kuat, sehingga mengonsumsinya harus dibarengi dengan meminum air sesuai aturan.

Setelah Jelly mencapai perut, makanan tersebut tidak menyerap air lagi karena sudah tercapai keseimbangan ketika dalam suhu kamar (dalam pembuatannya Jelly dilarutkan dalam air panas kemudian didinginkan dalam suhu kamar). Dalam perjalanannya di perut, Jelly dapat menyerap lemak (jenuh) yang kemudian terbuang bersama ampas makanan.

Jelly yang terbuat dari rumput laut memiliki khasiat kesehatan terutama karena kandungan seratnya. Serat dalam Jelly berguna untuk memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit. Dalam literatur pengobatan tradisional Cina, Jelly dipakai untuk mengurangi peradangan.

Bebas kalori
Jelly adalah makanan bebas kalori, oleh karena itu bisa leluasa dikonsumsi oleh siapapun yang menderita kegemukan. Jelly memiliki kadar kalsium dan fosfor dalam jumlah yang cukup besar, dan ini bermanfaat untuk membantu pembentukan tulang. Jelly juga merupakan salah satu sumber terbaik yodium karena setiap 100 g Jelly terkandung 160 mg yodium.

Apa bedanya dengan jelly?
Jelly adalah makanan tinggi serat juga. Makanan semi padat ini terbuat dari campuran sari buah dan gula. Tiga zat pokok penyusun jelly adalah pectin (serat), gula, dan aroma perasa. Pectin (serat) bisa diperoleh dari bermacam buah-buahan seperti mangga, nanas, papaya, dan markisa.

Sebagai sesama makanan berserat Jelly dan jelly menjadi sangat penting sebagai pangan berkhasiat. Karena sifat serat yang tidak dapat dicerna, maka serat akan masuk ke kolon dalam keadaan utuh. Keadaan utuh tersebut menyebabkan serat mencapai kolon dalam volume yang besar dan membutuhkan tempat yang luas sehingga memberikan perasaan kenyang. Dengan demikian kehadiran serat akan mengurangi keinginan seseorang untuk mengonsumsi makanan sumber energi lainnya sehingga dapat mencegah munculnya kegemukan. Konsumsi serat makanan yang dianjurkan dalam diet sehari-hari adalah 20-30 gram.

Menekan kolesterol
Dewasa ini pola makan modern sering dihubungkan dengan tingginya kolesterol yang berasal dari pangan hewani. Kolesterol adalah pemicu munculnya penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Salah satu upaya untuk menekan tingginya kolesterol darah adalah dengan meningkatkan konsumsi serat. Di dalam saluran pencernaan, serat larut ini akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian semakin tinggi konsumsi serat akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh .

Konsumsi serat makanan akan menghasilkan kotoran yang lembek, oleh karena itu diperlukan kontraksi otot yang rendah untuk mengeluarkan feses dengan lancar.  Kekurangan serat akan menyebabkan tinja menjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya, hal ini seringkali menyebabkan konstipasi (sulit buang air besar). Bila tinja selalu dalam keadaan keras dan berlangsung terus-menerus maka otot menjadi lelah dan lemah sehingga muncul penyakit diverticulosis. Penyakit ini dicirikan oleh penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul dan disertai peradangan atau infeksi.

Industri yang bergerak dalam bidang pangan kesehatan (health foods) saat ini banyak menawarkan berbagai jenis makanan/minuman yang kaya gizi tertentu, termasuk minuman kaya serat. Kini gizi telah menjadi komoditi yang layak jual. Pola makan modern yang kurang seimbang akan semakin menyuburkan kehadiran health foods sebagai suplemen alternatif untuk mendukung tercapainya kesehatan optimal.